Selasa, 10 Februari 2015

Narasumber : Mama .

Dicurhatin oleh Dessy Mayangsari di Selasa, Februari 10, 2015 0 komentar

Aku sedang menjenguk teman mamah disini.
Kata mamah. Ruang disebelah ruangan tante ini tempat kamu dirawat pas bayi dulu.
Ceritanya :
Waktu dulu aku umur 8 bulan, aku selalu dititipkan dirumah nenek setiap pagi bila mamah dan papah kerja.
Suatu waktu aku sakit. Ga bisa bernafas dan batuk.
Rupa rupanya batukku berdahak. Dahaknya itu membuat saluran pernafasan ku tersumbat. Tidak begitu paham sih apa nama penyakitnya.
Kemudian karena parah aku dibawa ke Rumah Sakit di kotaku untuk periksa. Ke bagian poli anak. Yg menjadi dokter anak saat itu adalah dr. Dody kata mamah.
Dari hasil diagnosanya aku menderita Bronchitis akut .
"Keluarga ibu ada yg menderita TBC ya? Knp anaknya sampai begini?" ucapan dr. Dody saat itu kata mamah.
"Ga ada dok. Saya juga gatau knp smpai begini" sahut mamah.
Kemudian aku diinfus. Karena aku bakat gendut dari kecil, sangat susah mencari nadi (*eh bener ga ya?) untuk dimasukkan jarum infus. Di pergelangan tangan ga ada. Terus mereka ke pergelangan kaki ku. Karena bingung harus bagaimana lagi maka pergelangan kaki ku disayat untuk mencari nadinya. Dan saat itu darah merembes keluar dari pergelangan kaki ku.
Setelah itu hidungku dimasukkan selang untuk mengeluarkan dahaknya. Saat itu selang tsb dimasukkan sampai berdarah hidungku kata mamah.
Melihat ku tidak ada perubahan apapun papah memutuskan untuk merujuk ku ke Rumah Sakit Islam Bjm . Tapi dari pihak RS Kapuas tidak bisa mengeluarkan rujukan karena tidak ada persetujuan dokter.
Akhirnya Pak Made (dia ini tetanggaku pas kecil, anaknya sahabatku) mencari dr. Dody agar memberikan rujukan. Saat ditemui dr. Dody malahan sedang main badminton. Pak Made marah sekali saat itu.
Mulanya dr. Dody tidak mau. Tapi setelah diancam papah "Kalo anakku mati, mati jua km" (maaf bahasa banjar). Akhirnya dr. Dody memberikan rujukan ke RS Islam.
Aku dibawa menggunakan speed boat . Karena perjalanan lebih cepat menggunakan speed boat daripada mobil. Tidak menggunakan oksigen saat itu karena stok oksigen di RS tidak ada.
Kata mamah mereka seperti membawa mayat hidup saat itu karena aku tidak bisa bernafas saat itu.
Papah, mamah, nenek ga ada yang membawa baju ganti. Pak Made menyusul dg mobil.
Sesampainya di RS Islam perawatanku diserahkan kepada dr. Suryadi Anang. Dkter marah sekali kenapa aku dibegitukan padahal untuk mencari nadi bisa di kepala ataupun leher juga tidah harus sampai menyayat pergelangan kakiku . Dari hasil diagnosa dr. Suryadi Anang penyakitku adalah alegi udara dingin karena aku setiap pagi diantar ke tempat nenek sehingga membuatku menjadi radang pernafasan.
Setelah itu dimasukkan selang dari mulut ku utk mengeluarkan dahak. Dan dahaknya itu banyaaaaaak sekali kata mamah.
Setelah beberapa hari di rawat aku pun membaik.
Kenapa tidak sembuh?
Ya . Penyakit radang ini masih bertahan sampai sekarang. "dia" kambuh jika aku terlalu banyak minum es atau udara terlalu sering kena udara dingin.
Tapi bedanya sekarang karena paham harus seperti apa, aku bisa mengatasi supaya bisa mengeluarkan dahak ku.
Menyakitkan memang dahak yang seharusnya keluar dari mulut kadang harus aku keluarkan dari hidung. Walaupun kadang juga bisa dikeluarkan lewat mulut.

Terimakasih untuk semua pihak yg terlibat, yg merawat, yg berjasa.

Mengapa aku menulis ini?
Aku ga pengen lupa. Karena ini "jalan" aku untuk hidup .
Sayatan di pergelangan kaki ini jadi bukti. Berbekas.

Selasa, 10 Februari 2015

Narasumber : Mama .

Aku sedang menjenguk teman mamah disini.
Kata mamah. Ruang disebelah ruangan tante ini tempat kamu dirawat pas bayi dulu.
Ceritanya :
Waktu dulu aku umur 8 bulan, aku selalu dititipkan dirumah nenek setiap pagi bila mamah dan papah kerja.
Suatu waktu aku sakit. Ga bisa bernafas dan batuk.
Rupa rupanya batukku berdahak. Dahaknya itu membuat saluran pernafasan ku tersumbat. Tidak begitu paham sih apa nama penyakitnya.
Kemudian karena parah aku dibawa ke Rumah Sakit di kotaku untuk periksa. Ke bagian poli anak. Yg menjadi dokter anak saat itu adalah dr. Dody kata mamah.
Dari hasil diagnosanya aku menderita Bronchitis akut .
"Keluarga ibu ada yg menderita TBC ya? Knp anaknya sampai begini?" ucapan dr. Dody saat itu kata mamah.
"Ga ada dok. Saya juga gatau knp smpai begini" sahut mamah.
Kemudian aku diinfus. Karena aku bakat gendut dari kecil, sangat susah mencari nadi (*eh bener ga ya?) untuk dimasukkan jarum infus. Di pergelangan tangan ga ada. Terus mereka ke pergelangan kaki ku. Karena bingung harus bagaimana lagi maka pergelangan kaki ku disayat untuk mencari nadinya. Dan saat itu darah merembes keluar dari pergelangan kaki ku.
Setelah itu hidungku dimasukkan selang untuk mengeluarkan dahaknya. Saat itu selang tsb dimasukkan sampai berdarah hidungku kata mamah.
Melihat ku tidak ada perubahan apapun papah memutuskan untuk merujuk ku ke Rumah Sakit Islam Bjm . Tapi dari pihak RS Kapuas tidak bisa mengeluarkan rujukan karena tidak ada persetujuan dokter.
Akhirnya Pak Made (dia ini tetanggaku pas kecil, anaknya sahabatku) mencari dr. Dody agar memberikan rujukan. Saat ditemui dr. Dody malahan sedang main badminton. Pak Made marah sekali saat itu.
Mulanya dr. Dody tidak mau. Tapi setelah diancam papah "Kalo anakku mati, mati jua km" (maaf bahasa banjar). Akhirnya dr. Dody memberikan rujukan ke RS Islam.
Aku dibawa menggunakan speed boat . Karena perjalanan lebih cepat menggunakan speed boat daripada mobil. Tidak menggunakan oksigen saat itu karena stok oksigen di RS tidak ada.
Kata mamah mereka seperti membawa mayat hidup saat itu karena aku tidak bisa bernafas saat itu.
Papah, mamah, nenek ga ada yang membawa baju ganti. Pak Made menyusul dg mobil.
Sesampainya di RS Islam perawatanku diserahkan kepada dr. Suryadi Anang. Dkter marah sekali kenapa aku dibegitukan padahal untuk mencari nadi bisa di kepala ataupun leher juga tidah harus sampai menyayat pergelangan kakiku . Dari hasil diagnosa dr. Suryadi Anang penyakitku adalah alegi udara dingin karena aku setiap pagi diantar ke tempat nenek sehingga membuatku menjadi radang pernafasan.
Setelah itu dimasukkan selang dari mulut ku utk mengeluarkan dahak. Dan dahaknya itu banyaaaaaak sekali kata mamah.
Setelah beberapa hari di rawat aku pun membaik.
Kenapa tidak sembuh?
Ya . Penyakit radang ini masih bertahan sampai sekarang. "dia" kambuh jika aku terlalu banyak minum es atau udara terlalu sering kena udara dingin.
Tapi bedanya sekarang karena paham harus seperti apa, aku bisa mengatasi supaya bisa mengeluarkan dahak ku.
Menyakitkan memang dahak yang seharusnya keluar dari mulut kadang harus aku keluarkan dari hidung. Walaupun kadang juga bisa dikeluarkan lewat mulut.

Terimakasih untuk semua pihak yg terlibat, yg merawat, yg berjasa.

Mengapa aku menulis ini?
Aku ga pengen lupa. Karena ini "jalan" aku untuk hidup .
Sayatan di pergelangan kaki ini jadi bukti. Berbekas.

 

@dcydsy Copyright © 2009 Paper Girl is Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Celebrity Gossip